Minggu, 19 November 2017

CONTOH PAPER SELF DEVELOPMENT

Contoh Paper Self Development


Oke temen-temen ... seperti yang teman-teman tahu, seringkali teman-teman ragu dalam membuat paper kannn... Kenapa coba ??? itu karena teman-teman belum tahu cara membuat paper yang benar. Oleh karena itu, saya akan memberikan salah satu contoh paper yang benar, dan disini saya mengambil sumber dari buku "Quantum Learning", " The Power of Habit" dan "The Seven Habits of Highly Effective Teens". Kenapa saya memillih ketiga buku itu ? itu karena ketiga buku itu merupakan buku terbaik dalam motivasi diri kita sendiri serta merupakan buku yang best seller. pokoknya recommended banget dehh... Langsung saja,  Semoga bermanfaat yaa..


Contoh Paper


MENGEMBANGKAN KECERDASAN PADA MAHASISWA
Mila Puspita
NIM. 175211048
Abstrack
Many of college student doesn’t know about their own potention, and often look others people traits, who have more than them. In that case, Student who has delicate and reactive heart, more easily fall to the despair. In this point, student paradigm must be changed from negative to positive. Change POV of Paradigm and student habit can make student more Clever. Clever isn’t enough to help us reach the success. Brave and adaptive with any situation, and use the time wisely is another point to help student learn more fun and reach their’s success. From here, student can found new habit that help them to reach what they wants.
Keywords : Potention, Habit , Paradigm                                         
A.           Pendahuluan

Kita semua dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tak pernah terpuaskan. Dan kita semua mempunyai alat-alat yang kita perlukan untuk memuaskannya. Global learning merupakan cara efektif dan alamiah bagi seorang manusia untuk mempelajari bahwa seorang anak hingga usia enam atau tujuh tahun adalah seperti spons, menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan cara menyenangkan dan bebas stres. Proses ini juga ditambah dengan faktor-faktor umpan balikpositif dan rangsangan dari lingkungan, dan anda telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja (Quantum Learning, 1999).
Otak manusia adalah massa pratoplasma yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam semesta ini. Inilah salah satunya organ berkembang sehingga ia dapat mempelajari dirinya sendiri. Jika dirawat oleh tubuh yang sehat dan lingkungan yang menimbukan rangsangan, otak yang berfungsi dapat tetap aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. (Quantum Learning)
Otak anda mempunyai tiga bagian dasar: batang atau “otak reptil”, sistem limbik atau “otak mamalia” dan neokorteks. Bagian-bagian otak itu disebut “otak triune” karena terdiri dari tiga bagian, masing-masing berkembang pada waktu yang berbeda dalam sejarah evolusi kita. Masing-masing bagian juga mempunyai struktur saraf tertentu dan mengatur tugas-tugas yang harus dilakukan (Dr. Paul Maclean, dalam Quantum Learning, 1999).
Semua kecerdasan yang lebih tinggi, termasuk intuisi, ada dalam otak sejak lahir. Dan selama lebih dari tujuh tahun pertama kehidupan, kecerdasan ini dapat disingkapkan jika dirawat dengan baik. Agar kecerdasan-kecerdasan ini terawat secara baik, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:
§   Struktur saraf bagian bawah harus cukup berkembang agar energi dapat mengalir ke tingkat yang lebih tinggi.
§   Anak harus merasa aman secara fisik dan emosional.
§   Harus ada model untuk memberikan rangsangan yang wajar
Tiga bagian otak anda juga dibagi menjadi belahan kanan dan kiri. Kini dua belahan ini dikenal sebagai “otak kanan” dan “otak kiri”. Eksperimen terhadap dua belahan tersebut menunjukan bahwa masing-masing belahan bertanggung jawab terhadap cara berpikir dan masing-masing mempunyai spesialisasi dalam kemampuan-kemampuan tertentu, walaupun ada beberapa persilangan dan interaksi antara kedua sisi.
Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Sisi ini sangat teratur. Walaupun berdasarkan realitas, ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta, fenotik, serta simbolisme.
Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berfikirnya sesuai denga cara-cara untuk mengetahui kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kretivitas, dan visualisasi.
Kedua belahan otak penting artinya. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini juga cenderung “seimbang” dalam setiap aspek kehidupan mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang sedang dihadapi. Karena sebagian besar komunikasi diungkapkan dalam bentuk verbal atau tertulis, yang keduanya merupakan spesialisasi otak kiri, bidang-bidang pendidikan, bisnis, dan sains cenderung berat ke otak kiri dan anda tidak memerlukan upaya tertentu memasukan beberapa aktivitas otak kanan dalam hidup anda, ketidakseimbangan yang dihasilkannya dapat mengakibatkan anda stres dan juga kesehatan mental dan fisik yang buruk.
Untuk menyeimbangkan kecenderungan masyarakat terhadap otak kiri, perlu dimasukkan musik dan estetika dalam pengalaman belajar Anda, dan memberikan umpan positif bagi diri anda. Semua itu menimbulkan emosi positif yang membuat otak anda lebih efektif. Emosi yang positif mendorong ke arah kekuatan otak, yang mengarah pada keberhasilan, yang mengarah pada keberhasilan yang mengarah pada kehormatan yang lebih tinggi, yang

mengangkat anda tinggi dan lebih tinggi lagi (Quantum Learning, 1999).
Selama masa hidup kita, kita semua mempunyai kesimpulan-kesimpulan tentang otak kita dan kekuatannya. Mungkin penampilan anda di sekolah membuat anda menyimpulkan bahwa otak anda tidak “sebaik” otak siswa-siswa lain yang selalu mendapatkan nilai baik. Mungkin anda telah memutuskan bahwa otak anda “cocok” dalam beberapa hal, tetapi tidak untuk hal-hal lainnya. Atau mungkin anda baru menyadari bahwa ada beberapa hal yang anda tidak akan pernah mampu mempelajarinya karena anda tidak punya otak untuk itu. Kesimpulan ini patut disesalkan- dan anda mungkin salah.
Terlepas dari perbedaan nyata dalam tingkat kesuksesan di antara orang-orang, kita semua mempunyai susunan saraf yang sama. Fisiologi otak anda sangat mirip dengan milik orang lain bahkan juga dengan pemikir-pemikir cemerlang seperti Einstein dan Davinci. Ini berarti anda mempunyai peluang yang luar biasa besarnya. Jika anda mengenal seseorang yang menampilkan perilaku yang anda kagumi, atau yang telah mencapai sesuatu yang ingin anda lakukan, anda dapat menggunakan orang itu sebagai model. Dan anda dapat meniru keberhasilan orang itu dengan mengatur pola berpikir dan tubuh anda seperti dia. Para ilmuan peneliti tentang perilaku menyebut ini pemodelan (modelling) (Quantum Learning, 1999)
Jika anda bertanggung jawab atas hidup anda, anda akan mulai membuat segalanya terjadi dan bukan sekedar membiarkannya (Quantum Learning, 1999). Jika anda sedang mencari ilmu, maka secara otomatis anda akan terbuka untuk pengalaman dan pelajaran yang ditawarkan oleh kehidupan. Pikiran yang terbuka menyerap dan mengolah pengetahuan, kemudian dengan penuh semangat mencari lebih banyak lagi. Hal ini terbentang dari “diri” yang introspektif dan mulai bertualang di dunia yang anda memiliki ketika menghadapi situasi yang menantang. Semakin banyak pillihan anda, semakin besar kekuatan pribadi yang anda miliki. Dan itulah yang dibahas dalam buku ini: kekuatan pribadi. Inilah salah satu kekuatan yang anda lihat pada orang-orang sepenuhnya bertanggung jawab atas diri mereka, pada orang-orang yang membuat keputusan dengan keyakinan diri mereka mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan semua informasi yang mereka butuhkan dan membuat keputusan yang benar bagi diri mereka. (Quantum Learning, 1999)
Motivasi itu benar-benar bersifat pribadi bagi setiap orang. Anda harus memutuskan bahwa manfaatnya lebih besar daripada waktu serta energi yang anda keluarkan (Quantum Learning, 1999). Ketika anda sudah menyelesaikan pekerjaan, maka penting lah untuk merayakan prestasi ini. Ini akan memberikan perasaan keberhasilan, penyelesaian dan keberhasilan, dan ini akan membangun motivasi bagi anda untuk tujuan berikutnya. Perayaan harus menjadi aspek penting. Putuskan sebelum anda memulai suatu proyek, bagaiman anda akan merayakannya ketika tugas anda selesai dan sisipkan hadiah-hadiah kecil saat anda menyelesaikan langkah-langkah kecil dalam prosesnya. Perayaan harus menandai setiap langkah penting kearah tujuan anda dan memberikan kegairahan klimaks untuk pekerjaan yang diselesaikan dengan baik (Quantum Learning, 1999).
Ketika anda sedang berada dalam suatu pertemuan yang membosankan, pikirkanlah betapa sangat bernilainya bila anda dapat memanfaatkannya, bila pikiran anda terpusat, menjadi tertarik, dan ikut serta dalam diskusi. Anda akan heran dengan hasilnya (Quantum Learning, 1999). Jika anda dapat mempelajari bagaimana menciptakan suasana yang paling mendukung, berarti anda telah mengetahui cara anda membawa diri anda ke dalam kerangka pikiran yang ideal tanggap terhadap detail, merasa positif, dan mempunyai keteguhan untuk melakukan yang terbaik. Sikap positif yang anda bangun dengan upaya sederhana ini akan merasuki setiap bidang kehidupan anda, dari pertemuan-pertemuan singkat yang sederhana hingga proyek besar yang rumit yang tadinya tak ingin anda lakukan. Dan sebagai manfaat tambahan, anda juga akan lebih menikmati waktu-waktu luang anda (Quantum Learning, 1999).
Kebiasaan akan  menjadikanmu sukses atau menghancurkanmu (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001). Kebiasaan adalah hal-hal yang kita lakukan berulang-ulang. Tetapi kebanyakan kita tidak akan sadar akan kesadaran kita. Mereka seperti berjalan sendiri. Tergantung kebiasaan apa, kita akan sukses atau hancur gara-gara kebiasaan kita. Kita menjadi apa-apa yang berulang-ulang kita lakukan. Untungnya kamu lebih kuat daripada kebiasaanmu. Oleh karenanya, kamu bisa mengubah mereka (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).
Rutinitas menciptakan gencatan senjata yang memungkinkan pekerjaan diselesaikan. Rutinitas dan gencatan senjata menawarkan sejenis keadilan organisasional yang kasar, sehingga mengikuti jalur yang sebagian besar bisa diperkirakan dan tetap dalam batas-batas yang bisa diperkirakan, yang konsisten dengan rutinitas yang berlangsung. Pekerjaan dalam jumlah biasapun terselasaikan, celaan dan pujian disampaikan dengan frekuensi yang biasa. Tidak ada yang mencoba memutar kapal organisasi dengan tajam dengan harapan pesaingnya jatuh ke laut (Nelson dan Winter, dalam The Power of Habits, 2013).
Nyaris sepanjang waktu, rutinitas dan gencatan senjata bekerja sempurna. Tentu saja ada persaingan, namun berkat kebiasaan-kebiasaan institusional, persaingan dijaga agar tidak melebihi batas. Tapi terkadang gencatan senjatapun terbukti tidak mencukupi. Terkadang perdamaian yang tidak stabil juga bisa sama mengahancurkannya dengan perang saudara (The Power of Habit, 2013) semua itu tergantung dengan paradigma kita.
Paradigma adalah cara kamu memandang sesuatu, pandanganmu, kerangka acuanmu, atau keyakinanmu. Paradigma juga merupakan kata lain dari persepsi. Paradigma adalah suatu kacamata. Kalau kamu memiliki paradigma yang tidak lengkap tentang diri sendiri atau kehidupan pada umumnya, itu sama seperti mengenakan kacamata yang keliru ukurannya. Lensanya akan mempengaruhi segalanya. Akibatnya, yang kamu dapatkan adalah apa yang kamu lihat. Kalau kamu percaya kamu kurang pandai, keyakinanmu itu akan menjadikanmu kurang pandai. Sebaliknya, kalau kamu percaya kamu cerdas, keyakinanmu itu akan mewarnai apapun yang kamu lakukan (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).
Sama seperti halnya kebiasaan yang bisa membawa kita pada kesuksesan atau kehancuran. Paradigmapun sama, paradigma yang negatif bisa menghambat kita, dan paradigma yang positif bisa membangkitkan yang terbaik dalam diri kita (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001). Bagaimana reaksi kita terhadap apa yang terjadi pada kita. Dan justru itulah yang penting! Itulah sebabnya kita perlu berhenti menguatirkan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan dan mulai berusaha mengendalikan hal-hal yang bisa kita kendalikan. Mungkin kita tidak suka sama hal-hal tersebut, tetapi kita tahu tidak ada gunanya dipikirkan (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).Yang penting bukanlah apa yang terjadi padamu dalam hidup ini, melainkan bagiamana responmu terhadap kejadian itu (W. Mitchell dalam The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).
Bersikap proaktif sesungguhnya berarti dua hal. Pertama kamu bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Kedua, kamu punya sikap “aku bisa”. Sikap aku bisa itu berani, ulet dan cerdik. Yang lain menganggap sikap “aku bisa” membuat aturan sendiri. Bukan begitu. Orang-orang dengan sikap “aku bisa” itu kreatif, berani ambil resiko dan sangat banyak akal (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).
Kalau kamu bisa menekan tombol pause, menguasai diri, dan merenungkan respons yang ingin kamu berikan pasti keputusan-keputusan yang kamu ambil lebih baik. Hati nurani adalah “suara batin” yang akan membritahu kita untuk membedakan yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Kita semua punya hati nurani. Dan hati nurani kita bisa berkembang atau menciut tergantung pada apakah kita menggubrisnya atau tidak. Dan kemauan adalah kuasa untuk bertindak. Kemauan mengatakan bahwa kita punya kuasa untuk memilih, untuk menguasai emosi-emosi kita, dan mengatasi kebiasaan serta naluri kita (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).


Sekian yang dapat saya share kali ini, Semoga bermanfaat, dan saya pribadi sangat mengharapkan kritik & saran yang membangun . Terimakasih atas kunjungannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar