Contoh Paper Self Development
Oke temen-temen ... seperti yang teman-teman tahu, seringkali teman-teman ragu dalam membuat paper kannn... Kenapa coba ??? itu karena teman-teman belum tahu cara membuat paper yang benar. Oleh karena itu, saya akan memberikan salah satu contoh paper yang benar, dan disini saya mengambil sumber dari buku "Quantum Learning", " The Power of Habit" dan "The Seven Habits of Highly Effective Teens". Kenapa saya memillih ketiga buku itu ? itu karena ketiga buku itu merupakan buku terbaik dalam motivasi diri kita sendiri serta merupakan buku yang best seller. pokoknya recommended banget dehh... Langsung saja, Semoga bermanfaat yaa..
Contoh Paper
MENGEMBANGKAN
KECERDASAN PADA MAHASISWA
Mila
Puspita
NIM.
175211048
Abstrack
Many of college student doesn’t know about their own
potention, and often look others people traits, who have more than them. In
that case, Student who has delicate and reactive heart, more easily fall to the
despair. In this point, student paradigm must be changed from negative to
positive. Change POV of Paradigm and student habit can make student more Clever.
Clever isn’t enough to help us reach the success. Brave and adaptive with any
situation, and use the time wisely is another point to help student learn more
fun and reach their’s success. From here, student can found new habit that help
them to reach what they wants.
Keywords :
Potention, Habit , Paradigm
A.
Pendahuluan
Kita semua dilahirkan dengan rasa ingin
tahu yang tak pernah terpuaskan. Dan kita semua mempunyai alat-alat yang kita
perlukan untuk memuaskannya. Global
learning merupakan cara efektif dan alamiah bagi seorang manusia untuk
mempelajari bahwa seorang anak hingga usia enam atau tujuh tahun adalah seperti
spons, menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang
kacau dengan cara menyenangkan dan bebas stres. Proses ini juga ditambah dengan
faktor-faktor umpan balikpositif dan rangsangan dari lingkungan, dan anda telah
menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja (Quantum Learning,
1999).
Otak manusia adalah massa pratoplasma yang
paling kompleks yang pernah dikenal di alam semesta ini. Inilah salah satunya
organ berkembang sehingga ia dapat mempelajari dirinya sendiri. Jika dirawat
oleh tubuh yang sehat dan lingkungan yang menimbukan rangsangan, otak yang
berfungsi dapat tetap aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun.
(Quantum Learning)
Otak anda mempunyai tiga bagian dasar:
batang atau “otak reptil”, sistem limbik atau “otak mamalia” dan neokorteks.
Bagian-bagian otak itu disebut “otak
triune” karena terdiri dari tiga bagian, masing-masing berkembang pada
waktu yang berbeda dalam sejarah evolusi kita. Masing-masing bagian juga
mempunyai struktur saraf tertentu dan mengatur tugas-tugas yang harus dilakukan
(Dr. Paul Maclean, dalam Quantum Learning, 1999).
Semua kecerdasan yang lebih tinggi,
termasuk intuisi, ada dalam otak sejak lahir. Dan selama lebih dari tujuh tahun
pertama kehidupan, kecerdasan ini dapat disingkapkan jika dirawat dengan baik.
Agar kecerdasan-kecerdasan ini terawat secara baik, ada beberapa persyaratan
yang harus dipenuhi:
§ Struktur
saraf bagian bawah harus cukup berkembang agar energi dapat mengalir ke tingkat
yang lebih tinggi.
§ Anak
harus merasa aman secara fisik dan emosional.
§ Harus
ada model untuk memberikan rangsangan yang wajar
Tiga bagian otak anda juga dibagi menjadi
belahan kanan dan kiri. Kini dua belahan ini dikenal sebagai “otak kanan” dan
“otak kiri”. Eksperimen terhadap dua belahan tersebut menunjukan bahwa
masing-masing belahan bertanggung jawab terhadap cara berpikir dan
masing-masing mempunyai spesialisasi dalam kemampuan-kemampuan tertentu,
walaupun ada beberapa persilangan dan interaksi antara kedua sisi.
Proses berpikir otak kiri bersifat logis,
sekuensial, linear, dan rasional. Sisi ini sangat teratur. Walaupun berdasarkan
realitas, ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikirnya
sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi
auditorial, menempatkan detail dan fakta, fenotik, serta simbolisme.
Cara berpikir otak kanan bersifat acak,
tidak teratur, intuitif, dan holistik. Cara berfikirnya sesuai denga cara-cara
untuk mengetahui kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran
suatu benda atau orang), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik,
seni, kepekaan warna, kretivitas, dan visualisasi.
Kedua belahan otak penting artinya. Orang
yang memanfaatkan kedua belahan otak ini juga cenderung “seimbang” dalam setiap
aspek kehidupan mereka karena mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian
otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang sedang dihadapi. Karena
sebagian besar komunikasi diungkapkan dalam bentuk verbal atau tertulis, yang
keduanya merupakan spesialisasi otak kiri, bidang-bidang pendidikan, bisnis,
dan sains cenderung berat ke otak kiri dan anda tidak memerlukan upaya tertentu
memasukan beberapa aktivitas otak kanan dalam hidup anda, ketidakseimbangan
yang dihasilkannya dapat mengakibatkan anda stres dan juga kesehatan mental dan
fisik yang buruk.
Untuk menyeimbangkan kecenderungan
masyarakat terhadap otak kiri, perlu dimasukkan musik dan estetika dalam
pengalaman belajar Anda, dan memberikan umpan positif bagi diri anda. Semua itu
menimbulkan emosi positif yang membuat otak anda lebih efektif. Emosi yang
positif mendorong ke arah kekuatan otak, yang mengarah pada keberhasilan, yang
mengarah pada keberhasilan yang mengarah pada kehormatan yang lebih tinggi,
yang
mengangkat
anda tinggi dan lebih tinggi lagi (Quantum Learning, 1999).
Selama masa hidup kita, kita semua
mempunyai kesimpulan-kesimpulan tentang otak kita dan kekuatannya. Mungkin
penampilan anda di sekolah membuat anda menyimpulkan bahwa otak anda tidak
“sebaik” otak siswa-siswa lain yang selalu mendapatkan nilai baik. Mungkin anda
telah memutuskan bahwa otak anda “cocok” dalam beberapa hal, tetapi tidak untuk
hal-hal lainnya. Atau mungkin anda baru menyadari bahwa ada beberapa hal yang
anda tidak akan pernah mampu mempelajarinya karena anda tidak punya otak untuk
itu. Kesimpulan ini patut disesalkan- dan anda mungkin salah.
Terlepas dari perbedaan nyata dalam
tingkat kesuksesan di antara orang-orang, kita semua mempunyai susunan saraf
yang sama. Fisiologi otak anda sangat mirip dengan milik orang lain bahkan juga
dengan pemikir-pemikir cemerlang seperti Einstein dan Davinci. Ini berarti anda
mempunyai peluang yang luar biasa besarnya. Jika anda mengenal seseorang yang
menampilkan perilaku yang anda kagumi, atau yang telah mencapai sesuatu yang
ingin anda lakukan, anda dapat menggunakan orang itu sebagai model. Dan anda
dapat meniru keberhasilan orang itu dengan mengatur pola berpikir dan tubuh
anda seperti dia. Para ilmuan peneliti tentang perilaku menyebut ini pemodelan (modelling) (Quantum Learning, 1999)
Jika anda bertanggung jawab atas hidup
anda, anda akan mulai membuat segalanya terjadi dan bukan
sekedar membiarkannya (Quantum Learning, 1999). Jika anda sedang mencari ilmu,
maka secara otomatis anda akan terbuka untuk pengalaman dan pelajaran yang
ditawarkan oleh kehidupan. Pikiran yang terbuka menyerap dan mengolah
pengetahuan, kemudian dengan penuh semangat mencari lebih banyak lagi. Hal ini
terbentang dari “diri” yang introspektif dan mulai bertualang di dunia yang
anda memiliki ketika menghadapi situasi yang menantang. Semakin banyak pillihan
anda, semakin besar kekuatan pribadi yang anda miliki. Dan itulah yang dibahas
dalam buku ini: kekuatan pribadi. Inilah salah satu kekuatan yang anda lihat
pada orang-orang sepenuhnya bertanggung jawab atas diri mereka, pada
orang-orang yang membuat keputusan dengan keyakinan diri mereka mempunyai
kemampuan untuk mengumpulkan semua informasi yang mereka butuhkan dan membuat
keputusan yang benar bagi diri mereka. (Quantum Learning, 1999)
Motivasi itu benar-benar bersifat pribadi
bagi setiap orang. Anda harus memutuskan bahwa manfaatnya lebih besar daripada
waktu serta energi yang anda keluarkan (Quantum Learning, 1999). Ketika anda
sudah menyelesaikan pekerjaan, maka penting lah untuk merayakan prestasi ini.
Ini akan memberikan perasaan keberhasilan, penyelesaian dan keberhasilan, dan
ini akan membangun motivasi bagi anda untuk tujuan berikutnya. Perayaan harus
menjadi aspek penting. Putuskan sebelum
anda memulai suatu proyek, bagaiman anda akan merayakannya ketika tugas anda
selesai dan sisipkan hadiah-hadiah kecil saat anda menyelesaikan
langkah-langkah kecil dalam prosesnya. Perayaan harus menandai setiap langkah
penting kearah tujuan anda dan memberikan kegairahan klimaks untuk pekerjaan
yang diselesaikan dengan baik (Quantum Learning, 1999).
Ketika anda sedang berada dalam suatu
pertemuan yang membosankan, pikirkanlah betapa sangat bernilainya bila anda
dapat memanfaatkannya, bila pikiran anda terpusat, menjadi tertarik, dan ikut
serta dalam diskusi. Anda akan heran dengan hasilnya (Quantum Learning, 1999).
Jika anda dapat mempelajari bagaimana menciptakan suasana yang paling
mendukung, berarti anda telah mengetahui cara anda membawa diri anda ke dalam
kerangka pikiran yang ideal tanggap terhadap detail, merasa positif, dan
mempunyai keteguhan untuk melakukan yang terbaik. Sikap positif yang anda
bangun dengan upaya sederhana ini akan merasuki setiap bidang kehidupan anda,
dari pertemuan-pertemuan singkat yang sederhana hingga proyek besar yang rumit
yang tadinya tak ingin anda lakukan. Dan sebagai manfaat tambahan, anda juga
akan lebih menikmati waktu-waktu luang anda (Quantum Learning, 1999).
Kebiasaan akan menjadikanmu sukses atau menghancurkanmu (The
Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001). Kebiasaan adalah hal-hal yang
kita lakukan berulang-ulang. Tetapi kebanyakan kita tidak akan sadar akan
kesadaran kita. Mereka seperti berjalan sendiri. Tergantung kebiasaan apa, kita
akan sukses atau hancur gara-gara kebiasaan kita. Kita menjadi apa-apa yang
berulang-ulang kita lakukan. Untungnya kamu lebih kuat daripada kebiasaanmu.
Oleh karenanya, kamu bisa mengubah mereka (The Seven Habits of Highly Effective
Teens, 2001).
Rutinitas menciptakan gencatan senjata
yang memungkinkan pekerjaan diselesaikan. Rutinitas dan gencatan senjata
menawarkan sejenis keadilan organisasional yang kasar, sehingga mengikuti jalur
yang sebagian besar bisa diperkirakan dan tetap dalam batas-batas yang bisa
diperkirakan, yang konsisten dengan rutinitas yang berlangsung. Pekerjaan dalam
jumlah biasapun terselasaikan, celaan dan pujian disampaikan dengan frekuensi
yang biasa. Tidak ada yang mencoba memutar kapal organisasi dengan tajam dengan
harapan pesaingnya jatuh ke laut (Nelson dan Winter, dalam The Power of Habits,
2013).
Nyaris sepanjang waktu, rutinitas dan
gencatan senjata bekerja sempurna. Tentu saja ada persaingan, namun berkat
kebiasaan-kebiasaan institusional, persaingan dijaga agar tidak melebihi batas.
Tapi terkadang gencatan senjatapun terbukti tidak mencukupi. Terkadang
perdamaian yang tidak stabil juga bisa sama mengahancurkannya dengan perang
saudara (The Power of Habit, 2013) semua itu tergantung dengan paradigma kita.
Paradigma adalah cara kamu memandang
sesuatu, pandanganmu, kerangka acuanmu, atau keyakinanmu. Paradigma juga
merupakan kata lain dari persepsi. Paradigma adalah suatu kacamata. Kalau kamu
memiliki paradigma yang tidak lengkap tentang diri sendiri atau kehidupan pada
umumnya, itu sama seperti mengenakan kacamata yang keliru ukurannya. Lensanya
akan mempengaruhi segalanya. Akibatnya, yang kamu dapatkan adalah apa yang kamu
lihat. Kalau kamu percaya kamu kurang pandai, keyakinanmu itu akan menjadikanmu
kurang pandai. Sebaliknya, kalau kamu percaya kamu cerdas, keyakinanmu itu akan
mewarnai apapun yang kamu lakukan (The Seven Habits of Highly Effective Teens,
2001).
Sama seperti halnya kebiasaan yang bisa
membawa kita pada kesuksesan atau kehancuran. Paradigmapun sama, paradigma yang
negatif bisa menghambat kita, dan paradigma yang positif bisa membangkitkan
yang terbaik dalam diri kita (The Seven Habits of Highly Effective Teens,
2001). Bagaimana reaksi kita terhadap apa
yang terjadi pada kita. Dan justru itulah yang penting! Itulah sebabnya
kita perlu berhenti menguatirkan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan dan
mulai berusaha mengendalikan hal-hal yang bisa kita kendalikan. Mungkin kita
tidak suka sama hal-hal tersebut, tetapi kita tahu tidak ada gunanya dipikirkan
(The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).Yang penting bukanlah apa
yang terjadi padamu dalam hidup ini, melainkan bagiamana responmu terhadap
kejadian itu (W. Mitchell dalam The Seven Habits of Highly Effective Teens,
2001).
Bersikap proaktif sesungguhnya berarti dua
hal. Pertama kamu bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Kedua, kamu punya
sikap “aku bisa”. Sikap aku bisa itu berani, ulet dan cerdik. Yang lain
menganggap sikap “aku bisa” membuat aturan sendiri. Bukan begitu. Orang-orang
dengan sikap “aku bisa” itu kreatif, berani ambil resiko dan sangat banyak akal
(The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).
Kalau kamu bisa menekan tombol pause,
menguasai diri, dan merenungkan respons yang ingin kamu berikan pasti
keputusan-keputusan yang kamu ambil lebih baik. Hati nurani adalah “suara
batin” yang akan membritahu kita untuk membedakan yang mana yang benar dan yang
mana yang salah. Kita semua punya hati nurani. Dan hati nurani kita bisa
berkembang atau menciut tergantung pada apakah kita menggubrisnya atau tidak.
Dan kemauan adalah kuasa untuk bertindak. Kemauan mengatakan bahwa kita punya
kuasa untuk memilih, untuk menguasai emosi-emosi kita, dan mengatasi kebiasaan
serta naluri kita (The Seven Habits of Highly Effective Teens, 2001).
Sekian yang dapat saya share kali ini, Semoga bermanfaat, dan saya pribadi sangat mengharapkan kritik & saran yang membangun . Terimakasih atas kunjungannya...